Sabtu, 14 Maret 2015

TUGAS SEJARAH INDONESIA



TUGAS SEJARAH INDONESIA
“Kerajaan Samudra Pasai”



Disusun Oleh       : 1. Dwi Wulandari (07)
                                      2. Endang Pertiwi (08)
                                      3. Muhamad Sidiq (20)
                                      4. Muhammad Aris Gunawan (21)
                                      5. Wahyuningsih (34)
Kelas                        : X RPL 4


SMK Negeri 1 Tengaran
Tahun Pelajaran 2014/ 2015


...................................................................................................................................................................................................................................
Sejarah Berdirinya

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.
Malik as-Shaleh adalah nama baru Meurah Silu setelah ia masuk Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.



Raja yang Memerintah

1.       Sultan Malik as-Shaleh (696 H/1297 M);
2.      Sultan Muhammad Malik Zahir (1297-1326);
3.      Sultan Mahmud  Malik Zahir (± 1346-1383);
4.      Sultan Zainal Abidin Malik Zahir (1383-1405);
5.      Sultanah Nahrisyah (1405-1412);
6.      Abu Zain Malik Zahir (1412);
7.      Mahmud  Malik Zahir (1513-1524).


Wilayah Kekuasaan

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai mencakup wilayah Aceh pada masa itu


Kehidupan Sosial Ekonomi

Sebagai kerajaan besar, di kerajaan ini juga berkembang suatu kehidupan yang menghasilkan karya tulis yang baik. Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam, untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi.
Di antara karya tulis tersebut adalah Hikayat Raja Pasai (HRP). Bagian awal teks ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 1360 M.

Puncak Kejayaan

1.  Dibidang Perekonomian dan Perdagangan
                Dalam segi ekonomi perkembangan kerajaan Samudra Pasai ini ditandai dengan sudah adanya mata uang yang diciptakan sendiri untuk alat pembayaran yang terbuat dari emas, uang ini dinamakan Dirham. Selain itu, ditandai juga dengan berkembangnya Kerajaan Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan internasional pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.

2. Dibidang Sosial dan Budaya
                Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur menurut aturan–aturan dan hukum – hukum Islam. Dalam pelaksanaannya banyak terdapat persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat di negeri Mesir maupun di Arab. Karena persamaan inilah sehingga daerah Aceh mendapat julukan Daerah Serambi Mekkah. Kerajaan Samudera Pasai berkembang sebagai penghasil karya tulis yang baik. 

3. Dibidang Politik
                Pada masa pemerintahan Sultan Malik as-Shaleh telah terjalin hubungan baik dengan Cina.Hubungan persahabatan Kerajaan Samudra Pasai juga terjalin dengan Malaka bahkan mengikat hubungan perkawinan.


Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai

1.       Faktor Intern Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai
a)      Tidak Ada Pengganti yang Cakap dan Terkenal  Setelah Sultan Malik At Thahrir.
b)      Terjadi Perebutan kekuasaan
2.       Faktor Ekstern Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai
a)      Serangan dari Majapahit Tahun 1339
b)      Berdirinya Bandar Malaka yang Letaknya Lebih  Strategis
c)       Serangan Portugis


Peninggalan

1.       Makam Sultan Malik AL-Shaleh
                Makam Malik Al-Saleh terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Nisan makam sang sultan ditulisi huruf Arab.

2.       Makam Sultan Maulana Al Zhahir
                Malik Al-Zahir adalah putera Malik Al- Saleh, Dia memimpin Samudera Pasai sejak 1287 hingga 1326 M. Pada nisan makamnya yang terletak bersebelahan dengan makam Malik Al-Saleh, tertulis kalimat; Ini adalah makam yang dimuliakan Sultan Malik Al-Zahir, cahaya dunia dan agama. Al-Zahir meninggal pada 12 Zulhijjah 726 H atau 9 November 1326.

3.       Makam Nahrisyah
                Nahrisyah adalah seorang ratu dari Kerajaan Samudera Pasai yang memegang pucuk pimpinan tahun 1416-1428 M. Ratu Nahrisyah dikenal arif dan bijak. Surat Yasin dengan kaligrafi yang indah terpahat dengan lengkap pada nisannya. Tercantum pula ayat Qursi, Surat Ali Imran ayat 18 19, Surat Al-Baqarah ayat 285 ,286.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar