TUGAS
SEJARAH INDONESIA
“Kerajaan
Samudra Pasai”
Disusun Oleh : 1. Dwi Wulandari (07)
2. Endang Pertiwi (08)
3. Muhamad Sidiq (20)
4. Muhammad Aris Gunawan (21)
5. Wahyuningsih (34)
Kelas : X RPL 4
Tahun
Pelajaran 2014/ 2015
...................................................................................................................................................................................................................................
Sejarah Berdirinya
Kerajaan Samudera Pasai terletak di
Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan
oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan
ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.
Malik as-Shaleh adalah nama baru
Meurah Silu setelah ia masuk Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di
Indonesia. Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera
Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama
Malik al-Saleh.
Raja yang
Memerintah
1.
Sultan
Malik as-Shaleh (696 H/1297 M);
2.
Sultan
Muhammad Malik Zahir (1297-1326);
3.
Sultan
Mahmud Malik Zahir (± 1346-1383);
4.
Sultan Zainal
Abidin Malik Zahir (1383-1405);
5.
Sultanah
Nahrisyah (1405-1412);
6.
Abu Zain
Malik Zahir (1412);
7.
Mahmud Malik Zahir (1513-1524).
Wilayah Kekuasaan
Wilayah Kekuasaan
Kerajaan Samudera Pasai mencakup wilayah Aceh pada masa itu
Kehidupan Sosial
Ekonomi
Sebagai kerajaan besar, di kerajaan
ini juga berkembang suatu kehidupan yang menghasilkan karya tulis yang baik.
Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh
agama Islam, untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang kemudian
disebut sebagai bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi.
Di antara karya tulis tersebut adalah
Hikayat Raja Pasai (HRP). Bagian awal teks ini diperkirakan ditulis sekitar
tahun 1360 M.
Puncak Kejayaan
1. Dibidang
Perekonomian dan Perdagangan
Dalam
segi ekonomi perkembangan kerajaan Samudra Pasai ini ditandai dengan sudah
adanya mata uang yang diciptakan sendiri untuk alat pembayaran yang terbuat
dari emas, uang ini dinamakan Dirham. Selain itu, ditandai juga dengan
berkembangnya Kerajaan Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan internasional
pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, dengan lada sebagai salah satu
komoditas ekspor utama.
2. Dibidang Sosial dan Budaya
Kehidupan
sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur menurut aturan–aturan dan
hukum – hukum Islam. Dalam pelaksanaannya banyak terdapat persamaan dengan
kehidupan sosial masyarakat di negeri Mesir maupun di Arab. Karena persamaan
inilah sehingga daerah Aceh mendapat julukan Daerah Serambi Mekkah. Kerajaan
Samudera Pasai berkembang sebagai penghasil karya tulis yang baik.
3. Dibidang Politik
Pada
masa pemerintahan Sultan Malik as-Shaleh telah terjalin hubungan baik dengan
Cina.Hubungan persahabatan Kerajaan Samudra Pasai juga terjalin dengan Malaka
bahkan mengikat hubungan perkawinan.
Kemunduran Kerajaan
Samudra Pasai
1. Faktor Intern Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai
a)
Tidak Ada Pengganti yang
Cakap dan Terkenal Setelah Sultan Malik
At Thahrir.
b)
Terjadi Perebutan kekuasaan
2.
Faktor Ekstern
Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai
a)
Serangan dari Majapahit
Tahun 1339
b)
Berdirinya Bandar Malaka
yang Letaknya Lebih Strategis
c)
Serangan Portugis
Peninggalan
1. Makam Sultan Malik AL-Shaleh
Makam
Malik Al-Saleh terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, sekitar 17 km
sebelah timur Lhokseumawe. Nisan makam sang sultan ditulisi huruf Arab.
2.
Makam Sultan Maulana
Al Zhahir
Malik
Al-Zahir adalah putera Malik Al- Saleh, Dia memimpin Samudera Pasai sejak 1287
hingga 1326 M. Pada nisan makamnya yang terletak bersebelahan dengan makam Malik
Al-Saleh, tertulis kalimat; Ini adalah makam yang dimuliakan Sultan Malik
Al-Zahir, cahaya dunia dan agama. Al-Zahir meninggal pada 12 Zulhijjah 726 H
atau 9 November 1326.
3.
Makam Nahrisyah
Nahrisyah
adalah seorang ratu dari Kerajaan Samudera Pasai yang memegang pucuk pimpinan
tahun 1416-1428 M. Ratu Nahrisyah dikenal arif dan bijak. Surat Yasin dengan
kaligrafi yang indah terpahat dengan lengkap pada nisannya. Tercantum pula ayat
Qursi, Surat Ali Imran ayat 18 19, Surat Al-Baqarah ayat 285 ,286.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar